Senin, 16 Februari 2009

KABAR TERBARU WAFI

Rasanya udah lama ngga posting tentang perkembangan Wafi. Duh….kalo diceritakan semua, perkembangan Wafi banyak banget kaya’nya ngga cukup satu kali posting dech.
Sebenarnya postingan ini postingan mendadak, karna tadi Om Ajib-nya Wafi sms nanyain alamat blog kita. Katanya nenek mau buka blognya besok. Waduh…..musti buru-buru nih, biar besok nenek bisa liat foto Wafi yang terbaru.

Sebenarnya sih foto yang ini juga ngga baru-baru amat, foto Wafi hari ini ada di HP. Males banget ngopy foto dari HP, agak ribet sih. Kok fotonya pake HP? Iya….tadi siang Wafi ma papah berkolaborasi bikim group band. Waif yang pegang drum, papah gitanya. Eits….jangan buru-buru kagum. Kami ngga punya studio drum sendiri kok, tadi yang dibikin drum panci-baskom-piring plastik, trus stiknya sumpit. Nah…karna situasi mendadak ini, buru-buru ngambil si Canon eh…ternyata batterainya abis….jadi kelabakan fotonya ngambil pake HP deh….dari pada ngga kefoto moment aneh ini kan sayang…. Ntar deh kapan-kapan diposting foto ngebandnya.

Ini foto-foto Wafi lagi beraksi. Perhatikan deh, tiap foto pasti mulutnya kebuka, karna sekarang Wafi kalo difoto suka ikut ngitung satu…dua…ti… ga (dia nyambung –ga –nya)



Ini sebenarnya pispot yang baru dibelikan papah bulan kemaren, kan sekarang lagi program Toilet Learning jadi kalo siang Wafi bebas dari diapers. Tapi emang Wafi, pispotnya malah jadi bangku. Pas diajari pipis dipispot malah ngga mau. Trus ketahuan sama dia bahwa di bawah tempat duduknya itu adatempat kotoran yang sengaja mama isi air, sekarang tuh tempat kotoran ngga bisa ditaruh lagi dipispot, soalnya dia suka ngobok-ngobok airnya, baru dipasang kalo dia mau BAB.



Tuh liat aksinya kalo lagi jalan....

Sekarang Wafi udah berasa kaya dah besar…. Ngga terasa ya… sekarang dah bisa marah-marah. Kalo ditegur atau dilarang bakalan ngamuk-ngamuk trus mulutnya dimonyongin. Kalo liat papahnya baru datang kerja langsung ngejar trus lengket deh....

Kadang-kadang suka mainin jari kaki sendiri, ketawa-ketawa sendiri liat jari kakinya bergerak-gerak. Dah bisa minum pake gelas sendiri juga lho, tapi kadang udah selesai minum sisa airnya ditumpahin lalu ecek-ecek dilantai. Mobilannya, kalo dulu cuman duduk disamping sambil mainin ban, sekarang udah kesana-kemari ditunggangi, ditabrakin ke dinding, dsb.


GIBRAN SAID

TENTANG CINTA
"Jika cinta memanggilmu, ikutlah dia, walaupun melewati jalan terjal dan berliku.
Dan apabila sayapnya merengkuhmu, pasrahlah, walaupun pedang yang tersembunyi di sela sayapnya melukaimu. Dan apabila dia bicara kepadamu, percayalah, walaupun ucapannya membuyarkan mimpi indahmu, bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan hatimu"

TENTANG PERKAWINAN
"Berpasanganlah engkau sudah diciptakan sedemikian rupa, dan selamanya kau juga akan berpasangan.
Berpasanganlah kalian dikala sang maut datang menjemput umurmu.
Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan. Namun biarkan ada ruang dalam kebersamaan itu, tempat angin surga menari di antara kalian.
Saling mencintalah, namun jangan sampai membelenggu cinta, biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa seperti aliran air sungai yang mengalir lincah diantara kedua belahan jiwa.
Saling isilah piala minumanmu, tapi jangan minum dari satu piala. saling bagilah rotimu, tapi jangan kau makan dari piring yang sama.
Bernyanyilah dan menarilah bersama-sama dalam segala suka cita, namun biarkanlah masing-masing menghayati akan keunggulanNya. Tali rebana memiliki suara masing-masing, tapi akan lebih indah jika dipetik bersamaan.
Berikan hatimu, namun jangan saling menguasakannya, sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu menggapainya. tegaklah berdiri berjajar, namun jangan terlalu dekat.
Bukankah tiang-tiang penyangga candi tidak dibangun terlalu rapat?
Dan pohon jati serta pohon cemara, tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan lainnya"

TENTANG ANAK-ANAK
"Anakmu bukan milikmu. Mereka putra-putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, tapi bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan kepunyaanmu.
Berikan mereka kasih sayangmu. Tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu. Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya. Tapi, tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan. Yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpi.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka. Namu, jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur. Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Engkau busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian. Dia merentangkanmu dengan kekuasaan-Nya. Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat. Meliuklah dengan sukacita dalam tentangan tangan Sang Pemanah. Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat. Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

DARI SANG NABI